UNIKNYA SERAGAM BEBAS RAPI ASISI

Tulisan yang terbit di AP Post (Kreasi Asisi)


UNIKNYA SERAGAM BEBAS RAPI ASISI

Pada umum nya, seragam sekolah merupakan kewajiban bagi setiap pelajar. Oleh karena itu, semua orang tua pasti akan berusaha agar anaknya dapat mengenakan seragam sekolah tersebut. Demi kebutuhan sekolah anak-anaknya,biasanya para orang tua cenderung tak memperdulikan dirinya sendiri.Mereka bekerja keras, banting tulang sekuat tenaga hanya karena ingin melihat anaknya memakai seragam sekolah.
Ada beberapa sekolah yang kita ketahui biasanya menerapkan pemakaian seragam yang identik dengan sekolah yang bersangkutan serta di gunakan pada hari tertentu sesuai dengan aturan yang ada pada sekolah masing-masing.
Sejalan dengan penerapan konsep School Based Management,saat ini ada kecendrungan sekolah-sekolah pun mulai menentukan kebijakan seragam sekolahnya masing-masing.pada hari-hari tertentu mewajibkan siswa nya untuk mengenakan seragam khas sekolah nya,meski ketentuan “seragam standar nasional” masih tetap menjadi utama dan tidak di tinggalkan.
Begitupula Di Sma Santo Fransiskus Asisi Pontianak, para siswa-siswinya tampak berbeda dari pelajar yang ada di Sekolah Menengah Atas lainnya,hal itu terlihat dari penampilan mereka khusus nya dari seragam yang di kenakan.
“Asisi adalah sekolah yang unik “ tutur pak Georgius selaku kepala sekolah Sma Santo Fransiskus Asisi Pontianak. Di karenakan Sma Asisi menerapkan pemakaian seragam bebas rapi. Seragam bebas rapi bukan berarti menggunakan pakaian secara tidak teratur dan terarah namun harus berdasarkan etika dan moral sehingga tidak menimbulkan pandangan yang tidak baik dari sekolah maupun lingkungan masyarakat.
Itulah salah satu keunikan dari Sma Asisi dimana para pelajarnya di perbolehkan memilih serta mengenakan pakaian yang cocok bagi mereka tetapi harus tetap sopan dan rapi seperti celana panjang jeans dan baju berkerah. karena menurut pak Georgius memberikan kebebasan bagi para peserta didiknya contoh dalam penggunaan seragam, akan membuat mereka lebih kreatif dan dapat perlahan-lahan membentuk karakter siswa yang tidak semata hanya mengandalkan otak tetapi juga nilai mental dan nilai hidup siswa. Serta dapat mengekspresikan diri melalui pakaian yang mereka kenakan, Hal tersebut akan memberikan kepercayaan diri terhadap setiap siswa-siswi dan dengan kepercayaan diri tersebut mereka juga lebih dapat menerima ilmu yang di berikan oleh para pengajar di sekolah karena mereka merasa lebih nyaman dan tidak terganggu dengan pakaian yang di kenakan sehingga motivasi belajar lebih baik.
Dalam segi ekonomi berpakaian bebas di asisi juga berdampak positif, karena para orang tua tidak perlu mengeluarkan biaya yang lebih untuk membeli seragam khas sekolah, Karena mereka hanya menggunakan pakaian bebas rapi yang dari harganya lebih terjangkau.
Persekolahan asisi masih tetap mengutamakan penggunaan seragam putih abu-abu yaitu pada hari senin dan sabtu, sedangkan pada hari selasa sampai jumat mengenakan pakaian bebas rapi.
Dengan di tetapkannya bebas berpakaian ini siswa-siswinya memaknai nya dengan nilai kebebasan yang di percayakan tidak hanya dalam konteks belajar namun juga dari watak dan perilaku yang baik yang di tanamkan oleh sekolah Asisi.