By: Agus Sungkalang (Guru SMP dan SMA St. Fransiskus Asisi Pontianak)

DSC_0899

Pagi ini di sudut kota khatulistiwa,

tak terasa lagi segarnya udara pagi seperti biasa

yang ada hanya warna putih dan abu-abu membalut angkasa

tak tampak lagi matahari pagi dengan sinarnya

sebab wajahnya telah tertutup kabut yang tak biasa

…………………………………………….

pagi ini di sudut kota khatulistiwa,

yang ada hanya suara parau karena asap menyesakkan dada

klinik hingga rumah sakit pun dipenuhi oleh balita hingga manula

suara batuk gematuk bersahutan di mana-mana

melengkapi irama kota yang melara karena penghuninya yang merana

……………………………………………..

pagi ini di sudut kota khatulistiwa,

banyak tanya yang tak terjawab dengan rasa

semua saling menuding ini salah siapa…

rakyat kecil yang membakar gulma di lahan yang hanya sejengkal dua?

pengusaha yang membumihanguskan separuh belantara?

atau pemerintah yang memberikan ijin dan kredit lunak kepada para

pengusaha perkebunan raksasa?

Sudut Khatulistiwa, 2015  (23: 08)